Jumat, 09 Desember 2022

Story of My Student


Hai.

Kali ini aku akan bahas tentang murid-murid nackalku di Madrasah Diniyah. Saat ini, mereka duduk di kelas 1-B. Ya, kelas 1 memang dibagi menjadi dua kelas. 1A dan 1-B. Dan aku diamanahi untuk mengajar di kelas 1-B. 

So, let's check this out.

Nadilla Rizkia Ayunda

  Dipanggil Nadilla. Sosok anak perempuan yang selalu ada di garda terdepan saat temannya diganggu. Dia akan mendatangi si penggangu dan memukulnya. Percayalah, anak laki-laki dapat menangis dibuatnya. Tenaganya kuat dan pukulannya keras. Matanya akan melotot tajam dengan tangan mengepal.
Meski begitu, dia anak paling pintar di kelas. Sudah dua kali dia menjadi muridku di kelas satu. Waktu itu dia memutuskan untuk berhenti, dan mengulang kembali di kelas yang sama. And see, gurunya tetaplah aku. 
Makanya dia sering dengan bangga mengatakan, "He, awas kalian. Akunya duluan jadi murid, Ustazah."
Ya ya ya. We can say that she is a "Beteng" girl, haha.
Selepas baris sebelum masuk, dia akan datang dan menggandeng tanganku menuju kelas. Takut ustazahnya ilang kali, haha.  
 
Aqila Nafeeza Siregar
Dia dipanggil Aqila. Si anak yang suka menjahili temannya. Selalu ada yang ngadu kalau Aqila lagi betingkah. Rada keras kepala juga anaknya. Ini lawan dan juga kawannya Nadilla. Bentar-bentar berantem, eh abistu dah akrab. Begitulah dunia anak-anak, haha. 
Dan dia ini sedikit unik, sih. Kalau disuruh baca iqro', dia bisa lancar dan kenal huruf-hurufnya. Tapi kalau nulis, agak susah. Tulisannya jarang kebaca dan juga kita gak paham apa yang dia tulis. Dia harus bener-bener nyontek tulisan yang ada di papan tulis baru bener. Kalau disuruh nulis sendiri atau ngarang, tulisannya gak kebaca.

Surya Bakti Siregar
Ini juga salah satu premannya kelas. Suka banget berantem. Heran, apa enaknya coba berantem. 
Dia ini paling rajin kalau disuruh nulis, malah terkadang dia yang minta. Baca iqro' juga mau. 
Tapi suka libur juga anaknya. 

Miesha Naveza Ayu
Biasa dipanggil Ayu. Bungsunya kami di kelas. Satu-satunya murid yang kelas SD dan MDTA nya sama. Sama-sama kelas satu. Yang lainnya itu udah kelas dua atau tiga. Masih ngeja. Makanya gak jarang dia itu nanya gimana bentuk dari huruf abjad tertentu. Suaranya nyaring. Kalau dia udah teriak, bising sudah satu sekolah. Tapi kalau soal hafalan surah, Ayu jagonya. Dia udah hafal banyak surah pendek.

 Yusuf Pratama
Dia ini pinter sebenarnya, cuma rada malas aja. Terkontamidasi sama temen-temen cowoknya yang lain, yang sama sekali gak mau belajar. Asyik main je. Kalau ujian, paling gak mau salah. Makanya selama ujian, dia itu nemplok mulu di deket bangku ustazahnya. Biar bisa nanya. Pusyeengg dah. Selalu nanya dan setiap dijawab, inikan ujian. Dia dengan gamblangnya mengatakan, "Ah, gamau aku salah, Ustadzah. Harus 100. Kasih tau dulu jawabannya." See? Gak bisa ber-word-word lagi ama ni anak.

Herman Sugiarto
Percayalah, ketika aku melihat nama aslinya untuk pertama kali, pikiranku langsung melayang ke penyanyi senior, Rita Sugiarto. Ni anak ada hubungan apa sama tuh artis? Atau mungkin emaknya ngefans banget, ya, sama Rita Sugiarto, makanya anaknya dibuat embel-embel Sugiarto di nama akhirnya. Karena yang kulihat, nama ayahnya tidak ada unsur Sugiarto. Mungkin fans kali, ya. Eh, wait. Ini kok jadi bahas Sugiarto, sih? wkwkw. Oke skip. Jadi, Herman ini anaknya rada preman soul. Suka berantam, tapi suka nangis juga. Ya, begitulah sifat beberapa murid tercintaku. Suka mangalapi dan sangat mudah menangis.Rajin kalau disuruh baca iqro', tapi rada malas kalau disuruh nulis.

Elsa Lase
Namanya unik. Karena di dua kata namanya, huruf-hurufnya tetap itu. Tinggal diganti doang, haha. Dia ini awalnya pendiem, karena masih bisa disebut murid baru. Tapi akhir-akhir ini udah mau ribut. Suaranya mendadak beroktaf. Padahal biasanya, denger suaranya keluar aja jarang. Udah mulai beradaptasi kali, ya. Ini juga kadang suka nanya tulisannya juga kalau lagi iqro'. "Ustazah, huruf u kayak gini, kan." Dan pertanyaan serupa lainnya. Si paling suka es krim. Pernah suatu ketika, dia cepet-cepet ngerjain tugas piket, karena takut tukang esnya keburu pergi. Dan setelah dia beli, dia pamer dong. "Ustazah, ini esnya." Haha, it's so cute.

Muhammad Vereel Anggara
Nama dan wajahnya indah, tapi tidak dengan tingkah lakunya. Ni anak satu bener-bener, dah. Bikin puyeng banget. Gak mau belajar. Taunya maeeen aja. Suka nangis. Tiep hari pasti ada aja momen nangisnya. Waktu dia nangis, bukannya kasihan, malah kesel. Karena yang duluan nyari perkara sama temennya itu dia. Temennya ya gak terima dong dijahatin sama dia. Al-hasil, dialah yang menangis. Ini temen berantemnya Nadilla. Yang Nadilla bikin nangis. Sering banget berantem.
 Ni anak tiap disuruh baca iqro', bakal masang muka melas dan berkata, "nulis kali-kalilah aku dabo, Ustazah." Dia pikir lagi di SD kali, ya. Ini MDTA, uy. No matematika. Paling suka ngadu lagi. Hufft.

Fathan Attarahman
Ni anak pinter, tapi akhlakless. Ancaman untuk diadukan ke mamanya selalu buat dia gentar. Tapi tingkah nakalnya selalu diulang. Terus menerus. Insyaf, lakukan lagi. 
Untuk urusan hafalan surah, dia jagonya. Tapi kalau disuruh ditampilin ke depan, masih kurang percaya diri. Paling suka bilang temennya bodoh. Padahal gaboleh yak begitu.

Alyaa Wardah Batubara
Alyaa adalah murid yang baru satu bulan bergabung di kelas. Dia awalnya belajar ngaji di salah satu rumah quran. Terus dia bosan dan memutuskan untuk sekolah di MDTA Muhammadiyah Batang toru. Kenapa kutahu? Ya, karena sebelum daftar, dia dan emaknya datang duluan ke rumah. Kebetulan dia ini adiknya temen akrab aku. 
Selayaknya murid baru, awalnya dia ini pendiam. Tapi karena dia anaknya punya banyak peralatan sekolah, seperti pensil warna, penggaris, krayon dan banyak benda lain yang dibutuhkan temen-temennya, dia langsung dikerumuni. Dia juga memberi pinjaman dengan hati yang lapang. Itulah sebabnya, dia jadi mudah beradaptasi dan kini sudah mulai menunjukkan sisi terangnya, recok.

Rocky Harahap
Yang selalu minta pulang padahal gak pernah mau ngerjakan tugas. Gak pernah mau ngikutin pelajaran. Ini juga udah dua kali masuk dan keluar sekolah arab. Bahkan dia udah punya rapot MDTA. Entah kenapa dia kembali memutuskan bersekolah setelah kemarin berhenti. Mungkin dia sudah melewati hari-hari penuh pertimbangan hingga memutuskan untuk kembali memasuki sekolah ini. Kamu sudah memutuskan pilihan yang tepat. Lanjutkan. Tapi harusnya belajarnya diperajin sih. Semoga insyaf di semester 2, ya.

Putri Astika Rambe
Putri pendiem banget. Pendiam dan pemalu. Sampek-sampek dia gak mau nyetoran surah di kelas. Harus di tempat sepi dan itupun harus ada temennya. Harus dibujuk juga. Nulisnya juga lamaaaaa banget. Makanya ujian gak pernah selesai. Maksimal 3 nomor dia selesain. Udeh dikumpul ae. Capek deh.
 

Eriana Harahap
Eriana ini pinter, tapi pengucapannya masih kurang jelas. Makanya waktu setoran surah, dia agak susah mengucapkannya. Padahal dia hafal. Jadi mesti diperbaiki pelafalannya supaya baik dan benar. Dia ini kadang suka ngatur ustazahnya. "Abis ini, khot, kita, ya, Ustazah." atau "Nyanyi kita ya ustazah." Dan lain-lain. Cukup diiyein aje dah. Biar pali, hehe.
 
Raisyah Putri Ril Tanjung
Biasa dipanggil Ica. Wkwkwk, panggilan yang sangat familiar. Asalkan nama akhirnya ada Syah-syah-nya, maka panggilannya adalah Ica. 
Dia ini jarang banget masuk kelas. Masuk sehari, libur dua minggu. Heran. Tiap ditanya, dia selalu bilang kalau dia ikut les. Hem.
 
 
Hersi Dalimunthe
Si paling suka meluk. Baru masuk kelas pasti udah ada dia yang meluk dari depan. Awal masuk, dia ini pendiem kayak beberapa anak yang lain. Tapi setelah beradaptasi, jadilah dia bar-bar dan recok. Yang selalu nanya bacaannya kalau disuruh nulis iqro'.
Tiap abis shalat ashar, pasti nungguin ustazahnya pulang. Biar dia ikut ke rumah. Sama temen-temennya yang lain. Paling suka ikut ke rumah. Padahal di rumah juga mereka gak ngapa-ngapain. Duduk doang. Hem.


Feridansyah Nasution
Feri hafal bacaan shalat disaat temen-temennya bahkan masih asing dengan bacaan tersebut. Tapi jahilnyaa naudzubillah. Kalau dia mau nulis, itu senengnya hati ini sungguh tak terkira. Beneran deh. Saking jarangnya mau nulis. Ini si paling tiba-tiba loncat di punggung ustazahnya, sampek hampir kejengkang. Syukur gak pernah sampek beneran kejengkang. Kan gak lucu, ya. 
Yang selalu nanya, "siapanya besok ibu kami?." Hedehh.
 

Alika Pitriyani Pandiangan
Alika ini masih pendiam hingga saat ini. Kalem dan bener-bener gak banyak omong. Nurut juga anaknya. Paling rajin piket. Ketika temen-temennya gak sabaran buat pulang duluan, dan cuma nyapu sikit, dia dengan sabar dan rajinnya nyapu tuh kelas hingga bersih, sampek sampahnya dia yang buang. Beneran gak protes. Dia kerjain tuh bener-bener. Sampah di laci juga dia ambil semuanya. The best emang Alika ini soal dunia perpiketan.
 
 And the last.

Wadiyah Nur Pardede
And its me. Saat ini aku sedang menjalani hari-hari yang sedikit sulit di semester 7. Sedang pusing-pusingnya. Ditambah dengan tingkah mereka-mereka yang tidak jarang membuat migrain dan hasrat ingin marah. Tapi tak apa. Itu bagian dari kehidupan. Semoga kudapat tetap bersabar dan ikhlas.
 
Dan ya, sedikit galeri di hari guru yang tidak cukup bagus, namun tetap harus dikenang.
 




 Percayalah, membuat formasi berfoto dengan mereka sangat melelahkan dan hasilnya tetap tidak sesuai yang diharapkan. Hufft.
 
 

Minggu, 18 September 2022

Story of 45 Days




        Selesai sudah masa pengabdian kepada masyarakat oleh kelompok 13 & 14 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN, yang ditempatkan di Sorkam Tengah, Kecamatan Sorkam. Banyak cerita suka duka yang dialami selama 45 hari masa pengabdian. Masalah yang tidak bisa dihindari dan kerap harus dihadapi. Dan dengan kekompakan dan kerja sama tim, masalah dapat diselesaikan dengan baik.

        Bapak Nasruddin Khalil Harahap, M.H selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan bangga bisa membersamai 28 orang yang dirajut dalam 45 hari itu. Semua momen akan menjadi spesial. Beliau berharap, semoga semuanya sukses dalam pendidikan dan dapat menjadi penopang bagi keluarga dan semoga silaturrahmi tetap terjalin dengan baik.

        45 hari di Sorkam Tengah, banyak sekali cerita yang didapati. Mulai dari mengikuti kegiatan masyarakat, seperti senam pagi setiap hari jumat dan minggu pagi, wirid yasin oleh bapak-bapak dan ibu-ibu Sorkam Tengah, mengikuti kajian subuh setiap hari ahad, posyandu dan juga mengikuti kegiatan ibu-ibu PKK. Mereka juga mengikuti kegiatan apel pagi setiap hari senin di kantor camat Sorkam.

        Kelompok 13 & 14 juga meminta izin untuk ikut mengajar di posko dan TPQ Al-Washliyah Sorkam setiap malam. Mereka juga mengajar di TK Al-Washliyah Sorkam dan SMA N 1 Sorkam. Tentu hal ini menjadi pengalaman yang berarti untuk semua tim.

        2 kelompok yang sepakat untuk bergabung menjadi satu itu juga membuat plat rumah untuk tiga dusun di desa Sorkam Tengah. Hal ini merupakan suatu usaha untuk memudahkan pencarian alamat di desa Sorkam Tengah dan juga sebagai bukti pengabdian kepada masyarakat.

        Kelompok 13 yang diketuai oleh Hapisuddin Nasution dan kelompok 14 yang diketuai oleh Iqbal Pinayungan Munthe juga memutuskan untuk membuat apotek hidup yang ditanam di samping kantor kepala desa Sorkam Tengah. Ada jahe, kunyit, dan kencur yang mereka tanam. Hal ini bertujuan untuk memberikan sedikit perhatian kepada masyarakat Sorkam Tengah perihal kesehatan. Karena apotek hidup tersebut dapat menjadi penawar untuk banyak penyakit. Semoga dapat memberi manfaat untuk masyarakat Sorkam Tengah.
Mereka juga membuat perpustakaan mini di menara masjid Al-Azhar Sorkam yang kebetulan tidak digunakan. Kelompok 13 & 14 berharap, semoga anak-anak di Sorkam Tengah dapat mencintai literasi dan dapat menjadi anak yang sukses di kemudian hari.

        Pada 17 agustus 2022, mereka juga turut andil dalam memeriahkan HUT RI yang ke- 77 di desa Sorkam Tengah, Sorkam. Bersama aparat desa Sorkam Tengah, mereka membuat berbagai perlombaan yang dibagi menjadi tiga cabang lomba. Untuk anak-anak, dewasa perempuan dan dewasa laki-laki.

        Untuk anak-anak ada lomba panjat pinang, lomba kelereng, lomba makan kerupuk dan lari goni dengan    menggunakan helm. Untuk dewasa perempuan ada lomba tarik tambang, lomba sorong, lari sarung dan lomba makan roti. Dan untuk dewasa laki-laki ada lomba sepak bola menggunakan corong. Semoga kegiatan-kegiatan tersebut dapat menambah kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

        Terakhir, kelompok 13 & 14 yang merupakan mahasiswa/i UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN dari empat fakultas berbeda dan dari beberapa jurusan, berterima kasih telah menyambut hangat kedatangan dan menangisi kepergian mereka. Ada haru biru yang terjadi pada perpisahan di tanggal 31 Agustus 2022. Apalagi anak-anak desa Sorkam Tengah yang datang mengunjungi posko setiap harinya walau hanya untuk sekedar bercerita bersama peserta KKL kelompok 13 & 14. Aparat desa dan juga masyarakat berharap agar kelompok  13 & 14 memiliki waktu untuk mengunjungi desa Sorkam Tengah kembali. Dan yakinlah, mereka juga memiliki harapan besar untuk kembali. 

        Ibu Rahmayani Hutagalung selaku kepala desa Sorkam Tengah mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa menyaksikan pelepasan mahasiswa KKL karena sedang memiliki tugas lain di luar kota. Beliau juga berpesan semoga semuanya sukses dan dapat bertemu kembali. Terima kasih, Bu. 
 
        Terima kasih juga kepada bapak sekretaris desa, selaku teman diskusi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan di desa Sorkam Tengah. Terima kasih telah menyambut hangat kedatangan peserta KKL kelompok 13 & 14 dan selalu siap direpotkan karena banyak hal yang diperlukan untuk suksesnya program yang dicanangkan. Semoga desa Sorkam Tengah semakin jaya tiap harinya. Doa yang baik untuk kemajuan desa Sorkam Tengah.
    
        Sebelum menutup blog ini, akan dipersembahkan foto-foto selama KKL di Sorkam.
 

Foto bersama sebelum KKL, untuk dipajang di spanduk.

Apel pagi untuk pertama kalinya di halaman masjid sorkam.

Foto bersama setelah senam pagi gabungan pertama.

Kebersihan  setelah melakukan senam pagi.
   





Mengajar di SMA N 1 Sorkam
 






Pawai obor dalam memperingati maulid nabi. 


            
Apel pagi di kantor camat Sorkam.
Makan pulut dan durian di rumah bapak sekretaris desa Sorkam Tengah.
Ngepantai bersama bapak dan ibu sekretaris desa Sorkam Tengah.
Di kebun seorang warga Sorkam Tengah.
Di pulau Pane bersama DPL dan bapak Sekretaris desa Sorkam Tengah.
Di pulau Pane lagi.
Menjadi supporter Ibu-ibu PKK pada acara 17-an.

Acara 17-an.
Menari ketika acara safari KKL.
Senam pagi bersama ibu-ibu Sorkam Tengah.
Membantu ibu PKK meng-imunisasi bayi-bayi di Sorkam Tengah.

Menanam apotik hidup di samping kantor kepala desa Sorkam Tengah.
Healing di Binasi Beach.
Berkunjung ke titik nol Barus
Bertemu dengan teman di Barus.
Mengunjungi jembatan Hamzah Al-Fansuri, Barus.
Foto di depan posko sebelum pulang kembali ke kampung halaman.


Foto perpisahan bersama ketua pengajian Al-Washliyah Sorkam.



Foto bersama aparat desa Sorkam Tengah.

Foto bersama Guru-guru SMA N 1 Sorkam

Perpisahan bersama murid-murid TK Al-Washliyah Sorkam.

Foto perpisahan bersama warga Sorkam Tengah.

Foto bersama DPL sebelum pulang.













Story of My Student

Hai. Kali ini aku akan bahas tentang murid-murid nackalku di Madrasah Diniyah. Saat ini, mereka duduk di kelas 1-B. Ya, kelas 1 memang dibag...