Hai.
Kali ini aku akan bahas tentang murid-murid nackalku di Madrasah Diniyah. Saat ini, mereka duduk di kelas 1-B. Ya, kelas 1 memang dibagi menjadi dua kelas. 1A dan 1-B. Dan aku diamanahi untuk mengajar di kelas 1-B.
So, let's check this out.
 |
| Nadilla Rizkia Ayunda |
|
|
Dipanggil Nadilla. Sosok anak perempuan yang selalu ada di garda terdepan saat temannya diganggu. Dia akan mendatangi si penggangu dan memukulnya. Percayalah, anak laki-laki dapat menangis dibuatnya. Tenaganya kuat dan pukulannya keras. Matanya akan melotot tajam dengan tangan mengepal.
Meski begitu, dia anak paling pintar di kelas. Sudah dua kali dia menjadi muridku di kelas satu. Waktu itu dia memutuskan untuk berhenti, dan mengulang kembali di kelas yang sama. And see, gurunya tetaplah aku.
Makanya dia sering dengan bangga mengatakan, "He, awas kalian. Akunya duluan jadi murid, Ustazah."
Ya ya ya. We can say that she is a "Beteng" girl, haha.
Selepas baris sebelum masuk, dia akan datang dan menggandeng tanganku menuju kelas. Takut ustazahnya ilang kali, haha.
 |
| Aqila Nafeeza Siregar |
Dia dipanggil Aqila. Si anak yang suka menjahili temannya. Selalu ada yang ngadu kalau Aqila lagi betingkah. Rada keras kepala juga anaknya. Ini lawan dan juga kawannya Nadilla. Bentar-bentar berantem, eh abistu dah akrab. Begitulah dunia anak-anak, haha. Dan dia ini sedikit unik, sih. Kalau disuruh baca iqro', dia bisa lancar dan kenal huruf-hurufnya. Tapi kalau nulis, agak susah. Tulisannya jarang kebaca dan juga kita gak paham apa yang dia tulis. Dia harus bener-bener nyontek tulisan yang ada di papan tulis baru bener. Kalau disuruh nulis sendiri atau ngarang, tulisannya gak kebaca.
 |
| Surya Bakti Siregar |
Ini juga salah satu premannya kelas. Suka banget berantem. Heran, apa enaknya coba berantem. Dia ini paling rajin kalau disuruh nulis, malah terkadang dia yang minta. Baca iqro' juga mau.
Tapi suka libur juga anaknya.
 |
| Miesha Naveza Ayu |
Biasa dipanggil Ayu. Bungsunya kami di kelas. Satu-satunya murid yang kelas SD dan MDTA nya sama. Sama-sama kelas satu. Yang lainnya itu udah kelas dua atau tiga. Masih ngeja. Makanya gak jarang dia itu nanya gimana bentuk dari huruf abjad tertentu. Suaranya nyaring. Kalau dia udah teriak, bising sudah satu sekolah. Tapi kalau soal hafalan surah, Ayu jagonya. Dia udah hafal banyak surah pendek.
 |
| Yusuf Pratama |
Dia ini pinter sebenarnya, cuma rada malas aja. Terkontamidasi sama temen-temen cowoknya yang lain, yang sama sekali gak mau belajar. Asyik main je. Kalau ujian, paling gak mau salah. Makanya selama ujian, dia itu nemplok mulu di deket bangku ustazahnya. Biar bisa nanya. Pusyeengg dah. Selalu nanya dan setiap dijawab, inikan ujian. Dia dengan gamblangnya mengatakan, "Ah, gamau aku salah, Ustadzah. Harus 100. Kasih tau dulu jawabannya." See? Gak bisa ber-word-word lagi ama ni anak.
 |
| Herman Sugiarto |
Percayalah, ketika aku melihat nama aslinya untuk pertama kali, pikiranku langsung melayang ke penyanyi senior, Rita Sugiarto. Ni anak ada hubungan apa sama tuh artis? Atau mungkin emaknya ngefans banget, ya, sama Rita Sugiarto, makanya anaknya dibuat embel-embel Sugiarto di nama akhirnya. Karena yang kulihat, nama ayahnya tidak ada unsur Sugiarto. Mungkin fans kali, ya. Eh, wait. Ini kok jadi bahas Sugiarto, sih? wkwkw. Oke skip. Jadi, Herman ini anaknya rada preman soul. Suka berantam, tapi suka nangis juga. Ya, begitulah sifat beberapa murid tercintaku. Suka mangalapi dan sangat mudah menangis.Rajin kalau disuruh baca iqro', tapi rada malas kalau disuruh nulis.
 |
Elsa Lase
|
Namanya unik. Karena di dua kata namanya, huruf-hurufnya tetap itu. Tinggal diganti doang, haha. Dia ini awalnya pendiem, karena masih bisa disebut murid baru. Tapi akhir-akhir ini udah mau ribut. Suaranya mendadak beroktaf. Padahal biasanya, denger suaranya keluar aja jarang. Udah mulai beradaptasi kali, ya. Ini juga kadang suka nanya tulisannya juga kalau lagi iqro'. "Ustazah, huruf u kayak gini, kan." Dan pertanyaan serupa lainnya. Si paling suka es krim. Pernah suatu ketika, dia cepet-cepet ngerjain tugas piket, karena takut tukang esnya keburu pergi. Dan setelah dia beli, dia pamer dong. "Ustazah, ini esnya." Haha, it's so cute.
 |
| Muhammad Vereel Anggara |
Nama dan wajahnya indah, tapi tidak dengan tingkah lakunya. Ni anak satu bener-bener, dah. Bikin puyeng banget. Gak mau belajar. Taunya maeeen aja. Suka nangis. Tiep hari pasti ada aja momen nangisnya. Waktu dia nangis, bukannya kasihan, malah kesel. Karena yang duluan nyari perkara sama temennya itu dia. Temennya ya gak terima dong dijahatin sama dia. Al-hasil, dialah yang menangis. Ini temen berantemnya Nadilla. Yang Nadilla bikin nangis. Sering banget berantem. Ni anak tiap disuruh baca iqro', bakal masang muka melas dan berkata, "nulis kali-kalilah aku dabo, Ustazah." Dia pikir lagi di SD kali, ya. Ini MDTA, uy. No matematika. Paling suka ngadu lagi. Hufft.
 |
| Fathan Attarahman |
Ni anak pinter, tapi akhlakless. Ancaman untuk diadukan ke mamanya selalu buat dia gentar. Tapi tingkah nakalnya selalu diulang. Terus menerus. Insyaf, lakukan lagi. Untuk urusan hafalan surah, dia jagonya. Tapi kalau disuruh ditampilin ke depan, masih kurang percaya diri. Paling suka bilang temennya bodoh. Padahal gaboleh yak begitu.
 |
| Alyaa Wardah Batubara |
Alyaa adalah murid yang baru satu bulan bergabung di kelas. Dia awalnya belajar ngaji di salah satu rumah quran. Terus dia bosan dan memutuskan untuk sekolah di MDTA Muhammadiyah Batang toru. Kenapa kutahu? Ya, karena sebelum daftar, dia dan emaknya datang duluan ke rumah. Kebetulan dia ini adiknya temen akrab aku. Selayaknya murid baru, awalnya dia ini pendiam. Tapi karena dia anaknya punya banyak peralatan sekolah, seperti pensil warna, penggaris, krayon dan banyak benda lain yang dibutuhkan temen-temennya, dia langsung dikerumuni. Dia juga memberi pinjaman dengan hati yang lapang. Itulah sebabnya, dia jadi mudah beradaptasi dan kini sudah mulai menunjukkan sisi terangnya, recok.
 |
Rocky Harahap
|
Yang selalu minta pulang padahal gak pernah mau ngerjakan tugas. Gak pernah mau ngikutin pelajaran. Ini juga udah dua kali masuk dan keluar sekolah arab. Bahkan dia udah punya rapot MDTA. Entah kenapa dia kembali memutuskan bersekolah setelah kemarin berhenti. Mungkin dia sudah melewati hari-hari penuh pertimbangan hingga memutuskan untuk kembali memasuki sekolah ini. Kamu sudah memutuskan pilihan yang tepat. Lanjutkan. Tapi harusnya belajarnya diperajin sih. Semoga insyaf di semester 2, ya.
 |
| Putri Astika Rambe |
Putri pendiem banget. Pendiam dan pemalu. Sampek-sampek dia gak mau nyetoran surah di kelas. Harus di tempat sepi dan itupun harus ada temennya. Harus dibujuk juga. Nulisnya juga lamaaaaa banget. Makanya ujian gak pernah selesai. Maksimal 3 nomor dia selesain. Udeh dikumpul ae. Capek deh.
 |
| Eriana Harahap |
Eriana ini pinter, tapi pengucapannya masih kurang jelas. Makanya waktu setoran surah, dia agak susah mengucapkannya. Padahal dia hafal. Jadi mesti diperbaiki pelafalannya supaya baik dan benar. Dia ini kadang suka ngatur ustazahnya. "Abis ini, khot, kita, ya, Ustazah." atau "Nyanyi kita ya ustazah." Dan lain-lain. Cukup diiyein aje dah. Biar pali, hehe.
 |
| Raisyah Putri Ril Tanjung |
Biasa dipanggil Ica. Wkwkwk, panggilan yang sangat familiar. Asalkan nama akhirnya ada Syah-syah-nya, maka panggilannya adalah Ica. Dia ini jarang banget masuk kelas. Masuk sehari, libur dua minggu. Heran. Tiap ditanya, dia selalu bilang kalau dia ikut les. Hem.
 |
| Hersi Dalimunthe |
Si paling suka meluk. Baru masuk kelas pasti udah ada dia yang meluk dari depan. Awal masuk, dia ini pendiem kayak beberapa anak yang lain. Tapi setelah beradaptasi, jadilah dia bar-bar dan recok. Yang selalu nanya bacaannya kalau disuruh nulis iqro'.
Tiap abis shalat ashar, pasti nungguin ustazahnya pulang. Biar dia ikut ke rumah. Sama temen-temennya yang lain. Paling suka ikut ke rumah. Padahal di rumah juga mereka gak ngapa-ngapain. Duduk doang. Hem.
 |
Feridansyah Nasution
|
Feri hafal bacaan shalat disaat temen-temennya bahkan masih asing dengan bacaan tersebut. Tapi jahilnyaa naudzubillah. Kalau dia mau nulis, itu senengnya hati ini sungguh tak terkira. Beneran deh. Saking jarangnya mau nulis. Ini si paling tiba-tiba loncat di punggung ustazahnya, sampek hampir kejengkang. Syukur gak pernah sampek beneran kejengkang. Kan gak lucu, ya. Yang selalu nanya, "siapanya besok ibu kami?." Hedehh.
 |
| Alika Pitriyani Pandiangan |
Alika ini masih pendiam hingga saat ini. Kalem dan bener-bener gak banyak omong. Nurut juga anaknya. Paling rajin piket. Ketika temen-temennya gak sabaran buat pulang duluan, dan cuma nyapu sikit, dia dengan sabar dan rajinnya nyapu tuh kelas hingga bersih, sampek sampahnya dia yang buang. Beneran gak protes. Dia kerjain tuh bener-bener. Sampah di laci juga dia ambil semuanya. The best emang Alika ini soal dunia perpiketan.
And the last.
 |
Wadiyah Nur Pardede
|
And its me. Saat ini aku sedang menjalani hari-hari yang sedikit sulit di semester 7. Sedang pusing-pusingnya. Ditambah dengan tingkah mereka-mereka yang tidak jarang membuat migrain dan hasrat ingin marah. Tapi tak apa. Itu bagian dari kehidupan. Semoga kudapat tetap bersabar dan ikhlas.
Dan ya, sedikit galeri di hari guru yang tidak cukup bagus, namun tetap harus dikenang.
Percayalah, membuat formasi berfoto dengan mereka sangat melelahkan dan hasilnya tetap tidak sesuai yang diharapkan. Hufft.